Bentrokan yang terjadi di Unhas disesalkan banyak pihak, khususnya alumni dari kampus merah itu.
“Tindakan anarkis dengan membakar gedung dan kendaraan itu sudah sangat keterlaluan. Ini mestinya tak perlu terjadi,” tandas alumni Fakultas Kehutanan Unhas HM Nurdin Abdullah menanggapi bentrokan mahasiswa antarfakultas di Unhas, malam tadi.
Nurdin Abdullah yang juga Bupati Bantaeng ini menilai ada yang janggal bila mahasiswa membakar kampusnya sendiri. “Persoalan ini harus dicermati lebih mendalam. Ini sulit diterima akal sehat,” tandas Ketua Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Pertanian dan Kehutanan ini.
Untuk mencari solusi, dia meminta para petinggi kampus merah tersebut duduk bersama mencari akar persoalannya. “Apakah memang betul masalahnya dari dalam, atau ada oknum-oknum dari luar kampus yang mendalangi,” ujarnya.
Nurdin mengaku prihatin di saat pimpinan kampus itu sedang giatnya membangun pencitraan di luar kampus dan pembangunan infrastruktur.
Karena itu, dia mengimbau kepada mahasiswa Unhas untuk sadar, sebab ini bisa mengancam masa depan mereka khususnya dalam hal lapangan kerja. “Bagaimana kalau semua perusahaan di tanah air memboikot alumni Unhas untuk bekerja hanya karena keseringan bentrok di kampus,” ujar Nurdin.
Terpisah, Sekretaris Ikatan Alumni (IKA) Teknik Sipil Unhas, Harris Hody mengatakan bentrokan yang terjadi akhir-akhir ini di beberapa kampus di Makassar menandakan ada sesuatu yang hilang di antara mahasiswa.
“Kalau dulu kita tidak ada sekat antar fakultas. Apalagi antarjurusan. Kita selalu membuat kegiatan yang menyatukan kita meski berbeda jurusan. Apalagi dulu ada mata kuliah dengan kelas bersama, jadi kita yang mengambil mata kulaih itu bisa saling akrab dengan adanya kelas bersama itu,” ungkap Harris.
Menurut alumni ‘80 Teknik Sipil ini, dampak dari bentrokan ini selain kerugian material juga akan menambah buruk pencitraan Unhas yang belakangan ini sudah ada beberapa perusahaan yang memblacklist untuk tidak menerima alumni Unhas.
Lalu siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini? Harris mengatakan kejadian ini menjadi tanggung jawab semua pihak baik yang ada di kampus maupun yang ada di luar kampus. Kampus, kata Harris, perlu membangkitkan kegiatan yang bisa menyatukan mahasiswa antara fakultas. Sementara itu, alumni tentu berperan dalam hal memberikan pencerahan-pencerahan dan berbagi pengalaman positif agar mahasiswa bisa mengambil yang positif itu untuk diterapkan di kampus.
“Kami tidak akan menolak dan sangat senang jika dipanggil untuk berbagi dengan mahasiswa walau hanya sekadar berbagi pengalaman bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan fakultas lain,” tambah pria yang sekarang menjabat Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) Sulsel.
Lebih lanjut Harris mengharapkan pihak yang berwenang perlu mengorek akar permasalahan yang menyebabkan bentrokan ini meluas. Khusus kepada mahasiswa, Harris mengimbau agar lebih hati-hati dan tidak cepat terkompori karena dikhawatirkan kejadian ini didalangi provokator yang ingin memanfaat keadaan.
Meluas
Bentrokan yang terjadi di Unhas kemarin, meluas di kampus merah itu. Tidak hanya Fakultas Teknik berhadapan langsung dengan Fakultas Kehutanan, tapi koalisi fakultas “menyerang” balik mahasiswa Teknik.
Akibatnya, belasan sepeda motor hingga gedung laboratorium Fakultas Pertanian menjadi sasaran amuk massa. Motor-motor yang terparkir dibakar mereka.
Bentrok pada hari kedua ini mulai pecah sekira pukul 14.30. Padahal, pihak kampus telah melakukan pertemuan untuk melakukan konsolidasi atas peristiwa yang terjadi sehari sebelumnya. Tidak hanya itu, wartawan yang meliput di lokasi kejadian juga menjadi sasaran. Salah satunya wartawan Metro TV, Thamsir.
Wartawan yang meliput aksi bentrokan mahasiswa ini terkena lemparan batu mahasiswa tepat mengenai mulutnya. Akibatnya, empat giginya dilaporkan tanggal. Dia terpaksa dilarikan ke RS Wahidin untuk mendapatkan perawatan.
Selain itu, wartawan Celebes TV, Azis juga menjadi korban. Sepeda motor miliknya turut menjadi sasaran amukan mahasiswa. Motor yang diparkir di badan jalan ini dibuang mahasiswa ke got.
Informaasi yang dihimpun FAJAR, sejumlah mahasiswa terluka dalam bentrokan yang terjadi Selasa sore kemarin. Mahasiswa yang terluka ini karena terkena busur maupun batu.
Beberapa mahasiswa yang dilarikan ke RS Wahidin, Kaisar, Rony, Rizal, Musafir, dan Wahyu. Belum diketahui secara pasti dari fakultas mana mahasiswa yang terluka tersebut.
Di sekitar tempat parkir Agrokompleks, Fakultas Kehutanan, enam unit sepeda motor yang diparkir di area ini juga dibakar. Dua sepeda motor lainnya dibakar di parkiran Teknologi Pertanian.
Selain membakar dan merusak sepeda motor yang diparkir, mahasiswa juga melakukan perusakan fasilitas Agrowisata Fakultas Kehutanan fasilitas gedung lainnya.
PR III Dilarikan ke RS
Wakil Rektor III Unhas, Nasaruddin Salam juga mengalami luka di bagian kepala akibat terkena lemparan batu. Nas, terkena batu saat akan memcoba melerai kedua belah pihak yang sedang terlibat saling lempar.
Nas yang juga merupakan dosen fakultas teknik langsung dilarikan ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, sementara baju warna putih yang dikenakannya berlumur darah. “Saya tidak tahu siapa yang melempar,” kata Nas sepintas.
Gubernur Sulsel:Singkirkan Cerek dan Cilla
Banjir Sebabkan Warga Tempe Mengungsi
Polda Selidiki Rekaman CCTV Di Bandara
Bentrok Massa Dieksekusi Lahan Eks Kebun Binatang 