Ketua DPR RI, Marzuki Alie memuji sikap kritis mahasiswa. Hanya saja aksi kritis itu harus dilakukan dalam kerangka akademik dan tidak mengganggu ketertiban umum. Hal itu disampaikan Marzuki saat memberikan kuliah umum di hadapan civitas akademika Universitas Negeri Makassar (UNM) di Balai Kemanunggalan Jenderal M Jusuf Selasa, 19 Juli.
Kuliah umum dilakukan dalam rangkaian peringatan dies natalis ke-50 UNM.”Indonesai sebagai negara demokrasi tentunya dipenuhi dinamika kelembagaan karena negara ini seperti perusahaan yang seluruh sahamnya dipegang oleh publik. Olehnya itu pendidikan kepada publik menjadi titik penting untuk terus diupayakan,” katanya. Marzuki mengatakan kampus sebagai tempat mencetak pemimpin bangsa yang intelek mestinya terus digenjot demi tercapainya cita-cita bangsa yang mampu memberikan kemakmuran bagi masyarakat.
Marzuki Alie yang membawakan mata kuliah Manajemen Strategi dengan tema Memperkuat Kelembagaan DPR RI Sebagai Pilar Demokrasi, banyak membeberkan kelebihan dan kekurangan lembaga tertinggi negara yang sedang diembannya selaku ketua.
Bahkan beliau mengatakan jika seluruh mahasiswa Indonesia sepakat DPR harus dibubarkan, maka Marzuki Ali orang pertama yang berdiri paling depan untuk menyetujui pembubaran DPR. “Tetapi hanya sebagian kecil, dan perlu diketahui lembaga ini yang menjadi pilar perjalanan bangsa kita sampai saat ini,” kata Marzuki.Dalam kuliah umum, Marzuki Alie juga memaparkan kondisi gedung DPR RI yang saat ini melampaui batas kapasitas.
Kapasitas gedung hanya 850 orang, anggota dewan 560, ditambah stap dan pegawai yang ditaksir jumlahnya 2500 orang. “Jadi ini memang sudah tidak wajar. Apalagi hasil penelitian uji bangunan mengatakan gedung itu sekarang sudah retak, sehingga ada beberapa anggota dewan takut masuk kantor,” paparnya.
Pertamina Jamin Pasokan Elpiji Aman
Omzet Pedangang Merosot 80 Persen
Nusa Palapa Melepas 21 Sarjana Baru
Mobil Bantuan JK Diuji di Jl Boulevard