Pengurus Besar Kerukunan Keluarga Luwu Raya berharap perjuangan keluarga Tajuddin bin Ride dan sumbangsih masyarakat membuahkan hasil. KKL Raya mengharapkan Tajuddin kelak bisa dibebaskan dan berkumpul kembali bersama keluarganya.
Harapan ini dilontarkan Ketua Pengurus Besar KKL Raya, Buhari Kahar Mudzakkar usai menyerahkan bantuan ke keluarga Tajuddin. Bantuan diterima Wakil Pemimpin Redaksi Harian FAJAR, Faisal Syam disaksikan Direktur Utama PT Media FAJAR, H Syamsu Nur, istri Tajuddin, Hj Nurdiana, Bendahara Umum KKL Raya, Ilham Noertoadji, pengurus KKL Raya, Ir. H Bachrianto Bachtiar, MSi, serta Penasihat KKL Raya, Arief H.
“Kita harapkan ini bisa dituntaskan. Dan kami yakin setelah FAJAR membantu,” kata Buhari.
KKL Raya sendiri memberikan bantuan Rp5 juta untuk yang kedua kalinya ke keluarga Tajuddin. Beberapa waktu lalu, saat Nurdiana akan ke Jakarta, KKL Raya juga memberikan bantuan.
“DI KKL Raya ada program kami namanya Luwu Raya Sikamasei. Lewat program itulah bantuan ini diberikan. Biasanya dana program ini juga diberikan ke korban bencana alam,” beber Buhari.
Ilham Noertoadji menambahkan, dirinya berharap semakin banyak pihak yang membantu keluarga Tajuddin yang divonis penjara seumur hidup di Taiwan. “Apa yang kami lakukan ini juga sebagai bentuk dorongan agar instansi lain juga bisa membantu. Termasuk perusahaan di wilayah Luwu Raya. Kita sisa dorong apalagi mereka punya program CSR,” kata anggota DPRD Sulsel ini.
Sementara itu, Dirut PT Media FAJAR, H Syamsu Nur mengatakan, apa yang dilakukan FAJAR saat ini adalah upaya untuk mencari dan memperjuangkan keadilan bagi keluarga Tajuddin. “Ini gerakan menegakkan keadilan. Kalau memang dia benar, harusnya dibebaskan,” kata Syamsu Nur.
Sekadar diketahui, untuk upaya advokasi Tajuddin dan rencana pemberangkatan keluarga ke Taiwan, dibutuhkan dana kurang lebih Rp250 juta. Sampai saat ini, dana yang terkumpul sudah Rp85 juta. Selain bantuan dana tunai, ada juga yang bersimpati dengan menyiapkan tiket pemberangkatan ke Taiwan.
Polrestabes Makassar kesulitan ungkap kasus baterai merek palsu Nexian
Pengembangan Sumber Daya Manusia di Makassar
LPJ Wali Kota Makassar Di Pertanyakan