Keberadaan buaya di Sungai Tallo tetap menarik perhatian warga yang melintas di Jalan Kerintis Kemerdekaan, khususnya dekat PLTU Tello. Mereka mampir untuk melihat dari dekat binatang melata tersebut.
Suasana di sekitar jembatan masih macet akibat kendaraan yang terparkir di sisi jalan. Mobil dan motor berjejer tidak tertib di atas jembatan yang membelah Tallo dan Tamalanrea ini. Mereka rata-rata ingin melihat langsung buaya tersebut.
Faisal, pemilik rumah mengakui besarnya atensi pengendara melihat buaya yang tinggal sementara di rumahnya. Dia pertama kali menemukan buaya tersebut dalam kondisi mulut terlakban dan kakinya terikat. Pamannya yang melepas lakban dan tali kemudian membawa ke rumahnya. Dia juga tidak mengerti kenapa buaya tersebut belum ke sungai. “Sampai sekarang buaya itu tidak mau pergi, beberapa dilepas tetapi tetap naik,” kata Faisal saat ditemui FAJAR, Minggu 10 Juli.
Faisal mengatakan sebenarnya buaya ini ditemukan di Maros. Namun kemudian dibawa oleh seorang pencinta binatang di Antang pada Jumat dinihari sekitar pukul 02.00 wita. Buaya tersebut lalu dibawa mobil pick up hitam dan melepasnya di Sungai Tallo. Kemarin, buaya berukuran sekitar tiga meter ini bersembunyi di gorong-gorong rumah Faisal.
Bentrok Mahasiswa Dan Kelompok Pemuda
Sekelompok Pemuda Bentrok Polisi
Kondisi Kekeringan Di Tamalanrea
Kejati Mulai Selidiki Kasus Pin DPRD 