26th June 2011 -

Insiden Baku Tikam di Desa Pallantikang, Dua Warga Rewas

 Insiden Baku Tikam di Desa Pallantikang, Dua Warga RewasInsiden baku tikam terjadi di Desa Pallantikang, Kecamatan Rumbia, Jeneponto, Jumat malam 24 Juni. Dua warga dilaporkan tewas, satu sekarat, dan lima lainnya luka-luka.

Dua korban tewas diketahui bernama Dandi, 25, dan Syamsuddin Awing, 35, warga Kelurahan Panaikang, Kecamatan Bissappu. Dandi tak bisa bertahan dengan luka tikam pada bagian dada kiri tembus hingga jantung, juga luka tebasan pada punggung dan leher. Sedangkan Syamsuddin, paman Dandi, mengalami luka robek pada bagian perut, dan punggung kanan.

Sementara itu, ibu Dandi, Hj Kartini sekarat setelah mengalami luka tikam pada bagian perut kiri dan tebasan parang di kepala. Menurut informasi yang dihimpun FAJAR, ketiga korban bermaksud meninjau sebidang sawah mereka, di Desa Pallantikang, sekira pukul 17.30. “Katanya mereka rencana mau membagi-bagi tanahnya,” ujar tetangga korban. Menurut dia, sawah yang luasnya 95 are tersebut, merupakan tanah warisan. Hj Kartini sendiri memiliki empat saudara, dua di antaranya, tinggal di Jeneponto. Namun, tanah warisan tersebut, sepenuhnya diwariskan kepada Hj Kartini.

Saat mereka ke sawah, terjadi bersitegang antara Hj Kartini dengan salah satu saudaranya yang bermukim di Pallantikang, Jeneponto, bernama H Hadi. Entah siapa yang memulai, sehingga suasana berubah menjadi baku tikam, dan baku tebas parang antara kedua kubu tersebut. Akibatnya, H Hadi bersama empat rekannya, H Jumanaf, H Kasman, Ilyas, Supriyanto, ikut terluka.

Polisi sampai saat ini masih sedang menyelidiki nama-nama yang terlibat dalam peristiwa ini. “Masih belum diketahui, karena kedua pihak baku tikam. Jadi, tersangkanya bisa sekaligus jadi korban,” ujar Briptu Arif, salah satu personel Polres Bantaeng.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel AKBP Chevy Achmad Sopari mengatakan, situasi keamanan tetap kondusif pascabentrokan yang menewaskan dua warga. Personel Polres Jeneponto juga telah dikerahkan ke Desa Rumbia untuk meningkatkan keamanan.

Tersangka yang sebelumnya dibawa ke Mapolres Bantaeng juga sudah dipindahkan dan ditahan di Mapolres Jeneponto. Tokoh masyarakat dan warga setempat juga sudah diminta untuk bersama-sama saling menjaga keamanan daerah masing-masing.

Kendati melibatkan warga dari dua wilayah yang berbeda, Chevy yakin tidak akan meluas pada isu perpecahan yang lain. “Akar masalahnya terkait warisan yang melibatkan sesama keluarga. Tidak mengarah pada perbedaan kelompok,” tegasnya.

Warga diminta tidak terpancing isu atau kabar yang bisa memperkeruh dan memperlebar masalah. Penyelesaian masalah harus melalui prosedur hukum dan tidak dengan cara-cara kekerasan.

Chevy mengaku menyesalkan masalah warisan mengakibatkan tewasnya dua warga. Semestinya, kata dia, masyarakat lebih mengedepankan dialog dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, tidak mendahulukan emosi yang merugikan.

Baca Berita Lainnya:

  • 31/03/2012 -- 23 Perusuh Ditangkap
    Sedikitnya 23 orang yang teridentifikasi mendorong kerusuhan sehinga terjadi bentrok polisi di Jalan Alauddin, depan kampus Universitas Muhammadiah, Kamis malam, 29 Maret, ditangkap. Hingga kemarin, m...
  • 27/02/2012 -- Sekelompok Pemuda Bentrok Polisi
    Sekelompok pemuda yang diduga mabuk bentrok dengan empat oknum polisi di depan sebuah rumah bernyanyi di Jalan Boulevard, di Ruko Topaz, sekitar pukul 02.30, Minggu, 26 Februari. Akibat kejadian terse...
  • 08/12/2011 -- Penipu Internasional Ditangkap Polisi
    Petugas Polsekta Soekarno Hatta (Soeta) dan Polres Pelabuhan berhasil mengungkap dan menangkap pelaku penipuan skala internasional, yang memanfaatkan sarana internet menjalankan aksinya. Tersangka ya...
  • 05/06/2010 -- Pantai Losari Akan Menjadi Pusat Wisata Kuliner Di Makassar
    Menurut salah satu perwakilan dari PEMKOT Makassar, acara serupa akan selalu digelar di pantai losari agar Makassar nantinya bisa menjadi salah satu kota tujuan wisata kuliner di indonesia....

Komentar