Insiden baku tikam terjadi di Desa Pallantikang, Kecamatan Rumbia, Jeneponto, Jumat malam 24 Juni. Dua warga dilaporkan tewas, satu sekarat, dan lima lainnya luka-luka.
Dua korban tewas diketahui bernama Dandi, 25, dan Syamsuddin Awing, 35, warga Kelurahan Panaikang, Kecamatan Bissappu. Dandi tak bisa bertahan dengan luka tikam pada bagian dada kiri tembus hingga jantung, juga luka tebasan pada punggung dan leher. Sedangkan Syamsuddin, paman Dandi, mengalami luka robek pada bagian perut, dan punggung kanan.
Sementara itu, ibu Dandi, Hj Kartini sekarat setelah mengalami luka tikam pada bagian perut kiri dan tebasan parang di kepala. Menurut informasi yang dihimpun FAJAR, ketiga korban bermaksud meninjau sebidang sawah mereka, di Desa Pallantikang, sekira pukul 17.30. “Katanya mereka rencana mau membagi-bagi tanahnya,” ujar tetangga korban. Menurut dia, sawah yang luasnya 95 are tersebut, merupakan tanah warisan. Hj Kartini sendiri memiliki empat saudara, dua di antaranya, tinggal di Jeneponto. Namun, tanah warisan tersebut, sepenuhnya diwariskan kepada Hj Kartini.
Saat mereka ke sawah, terjadi bersitegang antara Hj Kartini dengan salah satu saudaranya yang bermukim di Pallantikang, Jeneponto, bernama H Hadi. Entah siapa yang memulai, sehingga suasana berubah menjadi baku tikam, dan baku tebas parang antara kedua kubu tersebut. Akibatnya, H Hadi bersama empat rekannya, H Jumanaf, H Kasman, Ilyas, Supriyanto, ikut terluka.
Polisi sampai saat ini masih sedang menyelidiki nama-nama yang terlibat dalam peristiwa ini. “Masih belum diketahui, karena kedua pihak baku tikam. Jadi, tersangkanya bisa sekaligus jadi korban,” ujar Briptu Arif, salah satu personel Polres Bantaeng.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel AKBP Chevy Achmad Sopari mengatakan, situasi keamanan tetap kondusif pascabentrokan yang menewaskan dua warga. Personel Polres Jeneponto juga telah dikerahkan ke Desa Rumbia untuk meningkatkan keamanan.
Tersangka yang sebelumnya dibawa ke Mapolres Bantaeng juga sudah dipindahkan dan ditahan di Mapolres Jeneponto. Tokoh masyarakat dan warga setempat juga sudah diminta untuk bersama-sama saling menjaga keamanan daerah masing-masing.
Kendati melibatkan warga dari dua wilayah yang berbeda, Chevy yakin tidak akan meluas pada isu perpecahan yang lain. “Akar masalahnya terkait warisan yang melibatkan sesama keluarga. Tidak mengarah pada perbedaan kelompok,” tegasnya.
Warga diminta tidak terpancing isu atau kabar yang bisa memperkeruh dan memperlebar masalah. Penyelesaian masalah harus melalui prosedur hukum dan tidak dengan cara-cara kekerasan.
Chevy mengaku menyesalkan masalah warisan mengakibatkan tewasnya dua warga. Semestinya, kata dia, masyarakat lebih mengedepankan dialog dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, tidak mendahulukan emosi yang merugikan.
Suami Istri Pimpin Teror Geng Motor
Polisi Bekuk Pengedar Uang Palsu
Perampokan Di Bank BRi Antang
Edarkan Uang Palsu, Mahasiswa Ditangkap 