Proses rekonstruksi kasus pembunuhan Ana, pembantu rumah tangga (PRT) asal Tana Toraja dilaksanakan, Kamis, 27 Oktober semakin menguatkan adanya dugaan pembunuhan terencana. Sejak awal, tersangka, Obet,16, memang sudah menyiapkan kaos tangan sebelum mencekik korban.
Adegan ini menjadi salah satu yang muncul dalam proses reka ulang di tempat kejadian perkara (TKP). Dalam adegan ini, tersangka mencoba menghilangkan jejak dengan memakai kaos tangan sebelum mencekik korban. Setelah memastikan korbannya tewas, Obed lalu membuang kaos tangan tersebut ke samping rumah tempatnya bekerja.
Selain adegan ini, Obed juga memeragakan setidaknya 19 adengan lain dalam reka ulang pembunuhan terhadap temannya sendiri itu.
Proses rekonstruksi yang dilakukan penyidik Polres Pelabuhan, melibatkan lima rekan korban. Ini terkait reaksi saksi begitu mengetahui korban telah meninggal. Majikan korban yang juga pemilik toko emas di Jalan Sulawesi No.228 Makassar, Irwan Jefry Wijaya turut dilibatkan dalam rekonstruksi yang disaksikan pengacara tersangka.
Proses rekonstruksi yang berlangsung mulai 09.30 hingga 11.30 ini berjalan lancar. Rekan sekaligus keluarga korban mengaku prihatin melihat adengan yang diperagakan tersangka.
“20 adengan yang diperagakan tersangka ini berjalan lancar tanpa hambatan. Tersangka juga cukup lancar memeragakan setiap adengan yang ada. Adengan ini sesuai dengan keterangan yang diberikan dalam BAP,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan, AKP Sukri Abham.
Dalam rekonstruksi ini, tersangka juga memeragakan adengan tambahan yang tidak tercantum dalam BAP. “Ada penambahan adengan yang sifatnya melengkapi keterangan sebelumnya,” kata Sukri.
Kendati banyak memeragakan adengan proses pembunuhan hingga pascapembunuhan, namun dalam rekonstruksi ini tidak ada fakta baru yang terungkap. Semua adengan yang diperagakan masih sesuai dengan keterangan yang disampaikan kepada penyidik selama ini. Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP subsider Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.
Jemaah Kena Infaq Haji
Pelajar Maros Pandai Meracik Obat Terlarang
Diberlakukan Awal Februari Perda Bebas Asap Rokok
Di Makassar Anggaran Kuburan Rp 2 M