Untuk melayani penukaran uang Jamaah Calon Haji (JCH) embarkasi Hasanuddin, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Asrama Haji Sudiang menyiapkan dana sebesar 350 ribu rial atau Rp 980 juta. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya sekitar 250 ribu rial atau Rp 700 juta.
Jika dana yang disipakan masih kurang, tidak tertutup kemungkinan BRI akan menambahnya guna meningkatkan pelayanan kepada para jamaah.
Untuk tahun ini nilai tukar rial sebesar Rp 2.800/rial. Angka ini sudah menjadi kesepakatan tempat penukaran uang yang ada di Asrama Haji Sudiang.
”Selama tiga hari proses pemberangkatan haji, penukaran mata uang rupiah ke riyal masih sepi,” kata Hadijah Lukman, salah seorang karyawati BRI Asrama Haji Sudiang, kemarin.
Menurut dia, JCH yang tergabung pada kloter-kloter awal ini rata-rata sudah menukarkan uangnya menjadi riyal sebelum masuk asrama. ”Jamaah dari Makassar rata-rata sudah membawa uang riyal sebelum masuk asrama. Mereka tidak lagi disibukkan untuk menukar uangnya,” jelas Hadijah.
Salah seorang jamaah asal Barru yang tergabung pada kloter 4 yang masuk asrama, kemarin mengatakan sebelum masuk asrama ia sudah menukarkan uangnya menjadi rial. Meski masih ada uang rupiahnya, namun ia belum menukarkan di asrama haji. Uang tersebut rencananya baru akan ditukar ketika tiba di Jeddah.
APBD-P 2011 Kembali Molor
Lawan Persipura, apakah PSM akan Bertahan Total?
Korban Kebakaran Mulai Direlokasi
Tujuh Kecamatan Peserta MGC 2012 