Ibarat sudah jatuh masih tertimpa tangga pula. Aset properti Makassar Mall dan barang pedagang yang masih tersisa pascakebakaran menjadi sasaran penjarahan. Kemarahan pedagang terhadap aksi penjarahan diluapkan dengan menggelar demonstrasi di Balaikota dan kantor DPRD Makassar, Kamis 30 Juni.
Mereka menilai polisi dan Pemkot Makassar tidak memperhatikan nasib para pedagang yang merugi akibat kebakaran.
Ketua Asosiasi Pedagang Makassar Mall HM Sahib mengatakan penjarahan dilakukan oleh pemulung dengan mengambil barang dagangan, besi-besi, kabel, dan bagian eskalator, serta membongkar kios. Penjarah beraksi sejak Rabu dinihari hingga siang kemarin.
“Ironisnya petugas Satpol PP yang berjaga di sekitar lokasi kebakaran Makassar Mall justur dikejar para penjarah. Kami meminta polisi dan Pemkot Makassar segera menindak tegas pelaku penjarahan,” kata Sahib dan pedagang yang mendatangi Balaikota dan DPRD Makassar.
Selain penjarahan, pedagang juga mengeluhkan banyaknya preman dan warga selain korban kebakaran yang lebih dahulu mengkavelingan di luar Makassar Mall. Mereka telah mematok badan jalan serta tenda-tenda di beberapa ruas jalan sekitar Makassar Mall.
Padahal, Pemkot Makassar masih mengukur lokasi pembangunan kios darurat bagi pedagang yang ingin segera berjualan. Pemkot juga masih mendata jumlah pedagang korban kebakaran untuk memperhitungkan kapasitas lokasi kios darurat.
Kepada Wakil Wali Kota Makassar, Supomo Guntur, perwakilan pedagang menolak opsi perombakan total dan pembangunan kembali Makassar Mall. Pedagang mengaku hanya menginginkan renovasi mal dengan alasan pedagang tidak sanggup membeli kios baru bila membangun gedung baru.
“Kami akan membentuk sendiri tim investigasi yang independen untuk menilai kelayakan bangunan apakah masih bisa direnovasi atau tidak. Tapi pembangunan kembali Makassar Mall kami tolak,” ujar Sahib.
Sambil menunggu perampungan renovasi, pedagang meminta Pemkot Makassar menyediakan tempat penampungan sementara dalam waktu tujuh hari ke depan. Pedagang membutuhkannya untuk memulai aktivitas ekonomi yang tidak berjalan pascakebakaran.
Wakil Walikota Makassar Supomo Guntur meminta pedagang bersabar menunggu pembangunan pasar darurat yang akan dibangun pekan ini. Dia juga memerintahkan Polisi Pamong Praja menurunkan personel dan membuat posko untuk mengamankan aset pedagang dan Makassar Mall.
Satu RS Swasta di Sulsel Terakreditasi
Pengembangan Pelabuhan Soekarno Hatta
10 Tersangka Korupsi Disidangkan
Mandiri Expo Di Celebes Convention Center