8th December 2011 -

5,2 Juta Penduduk Belum Terlayani Air Bersih

5,2 Juta Penduduk Belum Terlayani Air BersihProgram pembangunan dan pengembangan sistem jaringan air minum di Sulsel hingga tahun ini baru menjangkau 3 juta jiwa. Artinya dari 8,2 juta penduduk, masih ada sekitar 5,2 juta penduduk Sulsel belum terlayani air bersih.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Sulsel, Andi Bakti Haruni, Rabu, 7 Desember mengungkapkan 5,2 juta penduduk tersebut bukan berarti tidak mendapatkan air bersih. Mereka telah mendapatkan, namun belum terlayani oleh penyedia air bersih yang disiapkan pemerintah seperti PDAM atau lembaga lain.

Karena itu kata Bakti, 2012 mendatang pemerintah baik melalui APBD Sulsel dan APBN lewat program Kementerian Pekerjaan Umum masih mengalokasikan anggaran. Sayangnya dari APBD pokok Sulsel diusulkan sangat kecil Rp8 miliar hingga Rp10 miliar, sedangkan dari APBN jumlah belum diketahui. Padahal tahun 2010 lalu Sulsel mendapat sekitar 54 miliar gabungan dari APBD dan APBN.

“Kita usahakan tahun 2012 bisa menyentuh penduduk perdesaan. Tentu saja jika ada sumber air bersih di desa tersebut. Sebenarnya hingga kini sudah 1.700-an desa terlayani dari 2.100 jumlah desa di Sulsel,” kata Andi Bakti.

Pelayanan air bersih kata dia, sudah menjangkau 62 persen masyarakat perkotaan. Sedangkan masyarakat perdesaan terlayani 30 persen.

“Memang tak semua masyarakat desa bisa terlayani, namun setidaknya program ini sudah bisa menjangkau semua desa yang ada. Tak semua bisa terlayani karena masyarakat perdesaan juga memiliki akses air bersih yang lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Sulsel, Sumi Heriza Sikki mengungkapkan, masih ada sekitar 1,9 juta jiwa yang sulit memperoleh program layanan air bersih. Mereka memang tak memiliki infrastruktur terutama di perdesaan. Namun itu bukan kendala karena masyarakat per desaan memiliki akses air bersih yang baik.

“Kami berharap tahun depan program ini sudah menjangkau desa yang belum terlayani air minum di Sulsel supaya semua masyarakat bisa mengakses air minum dan bersih,” ujar dia.

Sumi juga membeberkan pihaknya juga telah melaksanakan pembangunan dan perbaikan sarana kurang sehat di sejumlah perkotaan di Makassar misalnya, beberapa wilayah yang dilayani, yaitu Kecamatan Manggala, Tallo, Tamalanrea, dan Mariso.

Baca Berita Lainnya:

Komentar